ACEH TERKINI – Total aset industri pembiayaan terus mengalami peningkatan. Per Juni 2013, total aset menjadi Rp 359 triliun atau tumbuh 11,60 persen (YoY). Sebesar 90 persen market share didominasi 62 perusahaan (31 persen pelaku industri) dan sisanya bank atau holding company.
“Aset perusahaan pembiayaan yang terus tumbuh mengindikasikan perusahaan ini menjadi primadona sejak 10 tahun terakhir,” ujar Kepala Sub Divisi Tindak Lanjut Pengawasan Pembiayaan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Budiyono pada Journalist Class, di Hotel JW Marriott, Rabu (4/9/2013).
OJK juga mencatat jumlah kantor cabang perusahaan pembiayaan per Maret 2013 sebanyak 3.337 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Perusahaan pembiayaan yang paling banyak sebesar 669 terdapat di Jawa Barat, dan yang paling sedikit terdapat di Papua Barat hanya 8 unit,” ujarnya.
Di Sumatera, perusahaan pembiayaan yang paling banyak tersebar di Kota Medan yakni berjumlah 164 kantor cabang dan yang paling sendikit adalah Nanggroe Aceh Darussalam yakni 42 unit.
Sebagai lembaga pengawas pembiayaan, pihaknya memiliki tugas mengawasi perusahaan pembiyaan agar meminimalisir keluhan konsumen.
Satu kewenangan Bank Indonesia akan dipangkas. Kewenangan untuk pengawasan dan Pengaturan akan diambil alih OJK.
Satu kewenangan Bank Indonesia akan dipangkas. Kewenangan untuk pengawasan dan Pengaturan akan diambil alih OJK.
“Akhir 2013 pengawasan dan pengaturan perbankan diambil alih OJK,” ujar Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan OJK, Sri Rahayu Widodo, Selasa (3/9/2013). [tribunenews]
0 komentar:
Posting Komentar