MEDIA ONLINE KAMPUS FE USM

Home » » Polisi Fasilitasi Dialog Mahasiswa dengan Yayasan dan Rektor Unigha

Polisi Fasilitasi Dialog Mahasiswa dengan Yayasan dan Rektor Unigha

Written By Unknown on Sabtu, 22 Juni 2013 | 02.53

Sigli – Kepolisian resort Pidie, memfasilitasi pertemuan mahasiswa yang tergabung dalam Front Perjuangan Mahasiswa Unigha (FPMU) dengan pihak Yayasan dan Rektorat Universitas Jabal Ghafur (Unigha) . Pertemuan  dikawal oleh puluhan polisi, berlangsung di gedung Leguna komplek kampus Unigha,  Sigli, pukul 13:00 WIB, Rabu (20/06/2013).
Hadir pada pertemuan itu para Mahasiswa FPMU, Ketua Yayasan Unigha, Drs Hanif Basyah, Rektor Unigha Prof Bansu Irianto Ansara berikut para Pembantu Rektor. Kasat Intel Polres Pidie, AKP Apriadi, bertindak selaku moderator dialog yang merupakan buntut dari demonstrasi berujung penyegalan kampus oleh mahasiswa, yang menuntut transparansi keuangan dan penegerian Unigha.
“Kami diminta oleh pihak Rektorat untuk memfasilitasi pertemuan ini,” ujar AKP Apriadi menjelaskan keberadaan polisi dalam pertemuan itu.
Ketua Yayasan Unigha, Drs Hanif Basyah, dalam pertemuan itu menjelaskan, pihaknya telah mendengar tuntutan yang disampaikan mahasiswa. Dan berjanji segera menindaklanjuti khususnya mengenai transparansi keuangan Unigha.
Ketua Yayasan Unigha mengatakan, akan segera mengumumkan pengelolaan keuangan Universitas Jabal Ghafur, termasuk dengan cara menempelkan laporan keuangan di  papan pengumuman kampus. Pihak Yayasan juga menyebutkan, akan segera berkantor di Sigli dalam tahun ini juga, sebagaimana yang juga diinginkan mahasiswa.
Sementara Rektor Unigha Prof  Bansu Irianto menerangkan, pihaknya akan segera membuat laporan keuangan kampus dalam bulan ini juga. Sementara menyangkut tuntutan mahasiswa agar Unigha segera dinegerikan, Rektor menjelaskan, dirinya tidak punya wewenang untuk hal itu.
Menurut Prof Bansu, soal penegerian Unigha sepenuhnya urusan pihak Yayasan bersama dengan Pemerintah Pidie.
Sejumlah mahasiswa yang hadir dalam pertemuan, menyiratkan rasa kecewa dengan penjelasan pihak  Rektor dan Yayasan. Diky Zulkarnain, salah satu mahasiswa mengatakan, pihaknya merasa belum ada kepastian akan dipenuhinya tindakan mereka. Apalagi menyangkut status penegerian Unigha.
Disamping itu, Diky Zulkarnain mempertanyakan kehadiran dan pengawalan polisi pada dialog antara mahasiswa dengan Rektorat dan Yayasan Unigha.
“Polisi seharusnya mengusut tuntas dugaan penyelewengan yang terjadi di Unigha. Bukan menguris urusan internal kampus. Lagian kami bukan kriminal yang harus ditangani kepolisian. Kami hanya menuntuk hak kami kepada Yayasan dan Rektorat,” ujarnya.
Masih menurut mahasiswa Fakultas Pertanian Unigha itu, kehadiran pihak polisi dalam pertemuan internal kampus terkesan aneh.
“Sangat aneh pertemuan internal mahasiswa Unigha dengan yayasan , kenapa moderatornya Kasat Intel Polres Pidie, ada apa dengan ini semua, apakah ada udang dibalik batu,” ungkapnya bernada tanya.
Hal senada juga disampaikan oleh mahasiswa lainnya, Faisal Rizal, ia juga mempertanyakan kapasitas polisi dalam pertemuan tersebut. Faisal mengatakan, tidak ada dasar bagi polisi ikut campur urusan internal kampus, karena polisi tidak berada dalam struktur kepengurusan Yayasan dan Rektorat Unigha
Faisal juga mengaku kecewa dengan pihak Yayasan. Menurutnya, banyak persoalan yang disampaikan mahasiswa tidak bisa dijawab oleh ketua Yayasan dalam pertemuan itu.
“Saya sangat berharap keakraban polisi dengan pihak Yayasan dan Rektora,  tidak melemahkan semangat polisi untuk mengusut tuntas kasus dugaan penyelewengan dana mahasiswa di kampus ini,” ujarnya.
“Polisi sudah terlalu jauh ikut campur internal kampus, seharusnya mereka hanya melakukan pengaman saja dan mengusut dugaan korupsi kampus, bukan menjadi moderator,” tegasnya.
Seharusnya kata Faisal, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten atau Provinsi yang layak memfasilitasi pertemuan ini. Karena Pemerintah diharapkan mengetahui dan melihat sendiri kenyataan di Unigha. Harapannya lanjut Faisal, agar Pemerintah bisa segera merespon persoalan di Unigha.
Pihaknya kata Faisal, menganggap pertemuan antara mahasiswa dengan Yayasan dan Rektorat, yang difasilitasi polisi tersebut tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Karenanya kata Faisal, FPMU akan melanjutkan perjuangan pengusutan dugaan penyelewengan di Unigha. Disamping itu akan terus menyuarakan agar Unigha segera dinegerikan.(Zian)
informasi;acjehlink 


“Jika yang Lain Bisa Dinegerikan, Kenapa Unigha tidak?”

Ghazali AbbasPidie – Salah satu tokoh masyarakat Aceh, Ghazali Abbas Adan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pidie yang menyahuti tuntutan mahasiswa  soal penegerian Universitas Jabal Ghafur (Unigha), Sigli.
“Saya memberi apresiasi kepada Pemda Pidie yang mendukung penuh penegerian Unigha, serta perjuangan mahasiswa.  Ini tercermin dari pernyataan Wakil Bupati M Iriawan (AtjehLINK, 21/6). Dan saya yakin apa yang disampaikan itu juga artikulasi kehendak rakyat Pidie,” ujar Ghazali Abas kepada AtjehLINK, Jumat (21/06/2013).
Disamping itu, Ghazali Abbas mempertanyakan sikap Yayasan yang ogah dengan ajakan dialog dari Pemerintah Pidie, terkait wacana pengembangan dan penegerian Unigha. Padahal, Pemerintah telah berusaha mengajak pihak Yayasan untuk duduk bersama memikirkan kemajuan Universitas swasta tertua di Aceh itu.
“Kalau hal ini benar-benar terjadi dan terus melanjutkan sikap demikian, berarti pihak Yayasan belum membuka ‘gembok pintu hatinya’ untuk merespon dan melaksanakan tuntutan mahasiswa. Selain transparansi pengelolaan keungangan, yang amat sangat penting adalah penegerian Unigha itu sendiri,” ujarnya.
“Terlepas dari proses dan cara, bahwa faktanya mahasiswa telah membuka ‘gembok kampus’ yang sudah beberapa hari berlangsung. Menurut saya sejatinya, demi kebersamaan dalam upaya menggapai cita-cita peningkatan kualitas serta harkat dan martabat Unigha ‘jantong hate’, kebanggaan dan harapan rakyat Pidie, kiranya  Yayasan segera merespon ajakan Pemda dan memberi dukungan penuh pada tuntutan mahasiswa itu,” tambah mantan anggota DPR RI asal Aceh itu.
Ghazali Abbas menilai, tuntutan mahasiswa untuk menyegerakan penegerian Unigha adalah tuntutan yang cerdas, proporsional dan jelas memiliki perspektif untuk kemajuan Unigha pada masa-masa yang akan datang.
Ghazali Abas mencontohkan, beberapa lembaga pendidikan tinggi di Aceh yang yang didirikan Yayasan dan kini sudah dinegerikan, kampus tersebut menunjukkan eksistensi dan kiprahnya, bahkan terlihat jelas peningkatan kualitas dan daya saing yang tidak hanya di Aceh, tetapi mampu go nasional, bahkan internasinal, sebagaimana ditunjukkan Universitas Malikussaleh di Aceh Utara.
“Unimal sudah kerap melakukan temu ilmiah dan seminar dengan tajuk aktual serta menghadirkan pembicara manca negara, artinya sudah bebicara Internasional, padahal Unimal jauh lebih junior dari Unigha,” kata Ghazali.
Sebagai salah seorang rakyat Aceh kelahiran Pidie lanjut Ghazali, dirinya terus terang merasa  iri kepada kampus dan civitas akademika Unimal. Wujud kampusnya gagah dan wajah beseri. “Bandingkan dengan sosok dan wajah kampus Unigha. Ini fakta yang tidak bisa dibantah dan ditutup-tutupi,” sebutnya.
Menurutnya, sangat dikhwatirkan dan disayangkan, apabila manajemen dan pengelolaan Unigha yang seperti sekarang dipertahanakan. Karena eksistensi dan prospek pengembangan Unigha kedepan akan tetap gelap dan jalan di tempat.
“Sangat urgen dan keniscayaan  penegeriannya. Yang lain bisa, mengapa Unigha tidak. Yayasan lain bisa, mengapa yayasan Unigha tidak,” tegas Ghazali Abas.
Tokoh Aceh senior itu mengimbau, kiranya dengan kebersamaan yang penuh ukhuwah dan kerja keras semua stakeholder serta dukungan penuh Pemda sebagai representasi rakyat Pidie, dalam waktu yang tidak lama lagi Unigha akan dinegerikan.
“Semoga kebersaman, ukhuwah dan kerja keras pihak-pihak dan siapapun yang terlibat dalam usaha mulia menegerikan Unigha, menjadi amal saleh dan mendapat pahala berlipat dari Allah SWT. Amin,” pungkas Ghazali Abas. (sd)

Share this article :

1 komentar:

  1. Seharusnya Pemda buat sendiri, jangan terksean merongrong punya orang lain. atau serambi mekkah mau di jadikan negri. seperi poltek aceh kan punya pemda.

    BalasHapus

BEM FAKULTAS EKONOMI USM

BEM FAKULTAS EKONOMI USM

Pengikut

DINAMIKA ACEH

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. MEDIA ONLINE KAMPUS FE USM - BEM_FE-USM@YAHOO.COM
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger